Rabu, 20 Februari 2019

Apa Itu Open Source?

Sudah terbit di: https://steemit.com/komputer/@lerengbukit/apa-itu-open-source

Pernahkah kita mendengar istilah software opensource? Nah, apa itu sesungguhnya istilah tersebut? Sesuai namanya, kita dapat melihat sekumpulan sourcecode yang membangun sistem kerja software. Untuk lebih memahaminya, ibaratkan sebagai tulisan resep masakan. Lalu, ibaratkan software sebagai masakan yang dibuat dari resep tersebut.

Karena dapat dilihat, kita dapat memodifikasinya sesuai kebutuhan. Misalnya, menambahkan fitur penting dan menghilangkan fitur yang kurang penting. Tentunya, agar dapat melakukannya, membutuhkan kemampuan programming tingkat lanjut. Pengalaman memprogram pun menjadi hal penting. Pemodifikasian pun dapat juga dilakukan secara kolaboratif ataupun bersama-sama. Tersedia untuk Windows dan Linux.


Gambar 1. Opensource

Closesource menjadi istilah yang berlawanan dengan opensource. Pada software yang berkategori ini, kita memang tak dapat melihat ataupun memodifikasi sourcecode-nya, Hanya tim developernya saja yang berhak dan dapat melihat apapun memodifikasinya. Penggunanya pun mesti membelinya juga dengan harga yang telah ditetapkan, Dan juga, secara hukum, kita tak berhak mengkopinya untuk menyebarluaskannya. Apalagi ingin meraih keuntungan yang sangat melimpah dari menjualnya. Contohnya yaitu Microsoft Office atau Adobe Photoshop. Kita tak dapat membongkar sourcecode di balik kedua aplikasi tersebut. Berbeda dengan opensource. Selain dapat membongkarnya, kita boleh pun menyebarkannya ke pengguna lain. Contohnya, LibreOffice, ApacheOffice, ataupun sistem operasi Linux.

Seseorang yang mengembangkan software opensource dengan menambahkan code-code karyanya, memang dapat menjualnya Namun, umumnya mereka mendapatkan keuntungan dari menyediakan jasa pelatihan menggunakannya. Mereka tak mendapatkan keuntungan dari software yang mereka buat. Nah, apakah lebih cocok untuk kalangan programmer? Memang, secara mendasar, memang dapat diutak-atik sesuai keinginan. Karenanya, memang membutuhkan kemampuan programming tingkat lanjut. Kalangan non-programmer pun sesungguhnya dapat juga menikmati hasil karya mereka. Misalnya, menggunakan LibreOffice untuk kebutuhan perkantoran. Software yang fungsinya kurang lebih sama dengan fungsi Microsoft Word ini berasal dari Jerman.

Bagi kalangan non-programmer, tak ada salahnya juga mempelajari bagaimana mengutak-atik membongkarnya. Tentunya, sangat penting mempelajari dasar-dasar programming juga. Sebabnya, akan mendatangkan beberapa keuntungan penting. Antara lain, dapat membuang bagian coding yang tak diperlukan dan menambah bagian code yang dibutuhkan, meningkatkan dan memperbaiki perfoma bagian coding tertentu agar aplikasi berjalan lebih stabil dan lebih baik. Pada software close source, kita tak dapat melakukan hal-hal tersebut Perfomanya diperbaharui, ditingkatkan, dan diperbaiki oleh developernya. Tentunya, kita pun mesti membelinya

Salah satu software kategori opensource yang sangat dikenal banyak orang yaitu sistem operasi Linux. Tersedia beraneka modifikasi sistem operasi yang identik dengan hewan penguin ini. Misalnya, Debian, Ubuntu, PointLInux, LinuxLite, Fedora, ataupun Mint. Ada juga beragam Linux buatan dalam negeri. Salah satunya yaitu IGOS Nusantara yang dikembangkan oleh LIPI sejak tahun 2006. IGO singkatan dari Indonesia Go Opensource.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
  1. https://opensource.com/resources/what-open-source
  2. http://igos-nusantara.or.id/about/
  3. https://www.libreoffice.org/about-us/who-are-we/
Gambar:
1. https://cdn.pixabay.com/photo/2016/11/19/14/00/code-1839406_960_720.jpg

Related Posts :

0 komentar :

Posting Komentar