Rabu, 10 April 2019

Mengenal Ransomware dan Mencegahnya

Sudah terbit di: https://steemit.com/komputer/@lerengbukit/mengenal-ransomware-dan-mencegahnya

Pada awal Mei 2017, dunia dikejutkan dengan serangan Ransomware Wannacry. Tak sedikit korban yang begitu panik. Sesuai namanya, serangan ini menyandera file-file tertentu pada komputer di berbagai belahan dunia. Ransom, dalam bahasa Indonesia, artinya tebusan. File-file tersebut dapat dibuka kembali setelah korban menebusnya dengan cryptocurrency Bitcoin dalam jumlah yang diminta. Beberapa institusi seperti rumah sakit dan organisasi tertentu menjadi korbannya. Bitcoin memang menjadi pilihan. Sebabnya, karena identitas pemintanya tak tertera, akan sulit melacaknya.

Umumnya, orang mengetahui bahwa program jahat tersebut adalah hal dan teknologi baru di dalam dunia komputer Padahal, sesungguhnya tak demikian. Karenanya, sesungguhnya bukan ‘barang yang benar-benar baru sama sekali’. Saat itu, muncul Ransomware bernama AIDS yang menjadi Ransomware pertama di dunia. Korban yang komputernya terserang program ciptaannya mesti membayar 189 Dollar agar dapat terlepas dari sandera program tersebut. Menyebar melalui media disket. Penciptanya yaitu Dr. Joseph Popp, seorang ahli biologi. Ia dipenjara karena melakukan pemerasan dengan program ciptaannya tersebut. Melakukan pembelaan bahwa dana yang masuk dari para korban akan digunakan untuk membiayai penelitian terkait pencegahan AIDS. Ia pun berafiliasi dengan WHO dan AMREF (African Medical Research Foundation) terkait program pencegahan AIDS.


Gambar 1. Ilustrasi

Ada dua jenis Ransom. Pertama, yang mengunci file-file tertentu. Dapat dibuka setelah korban memberikan tebusan yang diminta. Kedua, hanya mengunci saja tanpa meminta tebusan. Ransomware, yang menjadi sorotan dunia beberapa waktu lalu, adalah jenis yang pertama. Bila menebusnya dengan Bitcoin, biasanya dapat dibuka kembali. Muncul juga tutorial bagaimana membebaskan komputer dari program jahat tersebut.

Saat ini, Ransomware disebut-sebut menjadi program jahat tercanggih di dunia maya saat ini. Bahkan, menurut beberapa pakar komputer, beberapa aplikasi Anti Virus, khususnya yang dapat diunduh secara gratis, tak dapat membasminya. Proses penyebarannya ke komputer lainnya pun begitu cepat. Tentunya, hanya penciptanya saja yang dapat menghilangkannya secara sempurna. Biasanya menargetkan komputer bersistem operasi Windows. Namun, tak tertutup kemungkinan, bisa akan menyerang sistem operasi lainnya. Sebagai hal penting yang tak dapat kita abaikan, menurut penelitian Symantec, perusahaan Anti Virus yang berbasis di Amerika, variannya akan terus berkembang. Bisa saja, akan lebih canggih dari Wannacry.

Kita tentunya tak ingin menjadi korban serangan tersebut. Langkah termudah yang dapat kita lakukan adalah mem-backup data-data secara rutin dan rutin juga meng-update sistem operasi yang kita gunakan. Bila kita memiliki dana berlebih, tak ada salahnya membeli aplikasi anti virus terpercaya dan rutin juga mengupdatenya. Demikian, penjelasan singkat tentang Ransomware. Sebagai penutup, sekaligus sebagai point penting, kriminalis sesungguhnya ada juga di dunia maya. Karenanya, kita mesti lebih waspada dan berhati-hati. Semoga semakin menambah wawasan kita terkait seluk beluk dunia komputer.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
  1. https://digitalguardian.com/blog/history-ransomware-attacks-biggest-and-worst-ransomware-attacks-all-time
  2. https://www.knowbe4.com/aids-trojan
  3. https://www.kaspersky.com/blog/ten-facts-about-ransomware/15038/
  4. https://us.norton.com/internetsecurity-malware-7-tips-to-prevent-ransomware.html
Gambar:
1. https://cdn.pixabay.com/photo/2019/02/15/16/34/ransomware-3998798_960_720.jpg

Kamis, 21 Maret 2019

Memilih Photoshop Atau GIMP?

Sudah terbit di: https://steemit.com/komputer/@lerengbukit/memilih-photoshop-atau-gimp

Berbicara mengenai piranti untuk editing fotografi dan olah gambar, umumnya pikiran orang tertuju kepada Photoshop yang memang terkenal begitu canggih.. Selain Photoshop yang diciptakan oleh Adobe, ada juga beragam piranti lainnya yang sejenis. Salah satunya yaitu GIMP yang merupakan singkatan dari GNU Image Manipulation Program. GIMP termasuk piranti gratis sehingga kita tak perlu mengeluarkan dana untuk membelinya. Cukup populer di sebagian kalangan pengguna komputer khususnya bagi kalangan pengguna sistem operasi Linux. Karenanya keduanya secara mendasar fungsinya sama, manakah yang sebaiknya kita pilih? Berikut beberapa pertimbangan yang tak ada salahnya kita cermati apakah sebaiknya memilih GIMP ataukah Photoshop.



Gambar 1. Gimp dan Photoshop

Pertimbangan Menggunakan Photoshop. Bila termasuk fotografer profesional yang membutuhkan piranti khusus untuk olah foto lebih lanjut, sebaiknya gunakan Photoshop. Begitu pun bila berprofesi sebagai seorang desainer grafis. Piranti ini mampu memberikan hasil editing yang sangat memukau pandangan. Dapat juga meng-install plugin (efek tambahan) agar tampilannya semakin canggih. Dapat juga oleh kalangan lainnya yang membutuhkan tampilan yang benar-benar tampak profesional. Misalnya, seorang presentator yang membutuhkan slide berdesain memukau untuk mendukung kesuksesan berpresentasi di hadapan banyak audiens. Namun, pada sisi lain, membutuhkan requirement yang tinggi. Tentu saja agar proses editing menjadi lebih lancar dan tak tersendat.

Sebagai hal penting, Photoshop sebenarnya tak hanya piranti yang mampu mengolah foto saja. Tetapi juga, dapat digunakan untuk beragam hal lainnya terkait grafis. Misalnya, membuat teks dengan efek menarik ataupun menghias tampilan desain grafis seperti desain brosur ataupun kartu undangan. Karenanya, belum tentu semua fitur yang tersedia akan benar-benar terpakai.

Pertimbangan Menggunakan GIMP. Bila tak terlalu membutuhkan tampilan visual yang benar-benar tampak profesional dan sangat memukau pandangan, sebaiknya gunakan GIMP. Untuk kebutuhan fotografi mendasar, sebaiknya pilih juga piranti tersebut. Misalnya, memotong bagian foto, dan memperbesar ataupun mengurangi brightness ataupun kontras. Selain tersedia untuk Linux, tersedia juga untuk sistem operasi Windows. Sekali lagi, karena gratis, tak perlu mengeluarkan dana untuk membelinya. Piranti ini memang menyedikan beragam fitur untuk mengedit foto. Namun, berbicara hasil akhir, Photoshop memang memberikan hasil akhir beberapa langkah lebih maju. GIMP pun termasuk aplikasi yang jauh lebih ringan dibandingkan piranti populer buatan Adobe tersebut. Karenanya, tak membutuhkan requirement hardware yang tinggi. Bila komputer atau laptop kita termasuk yang ber-hardware jadul, menggunakannya tentunya menjadi hal tepat. Terkait fitur, GIMP memang dikhususkan untuk bidang fotografi. Karenanya, menyediakan beragam fitur untuk olah foto lebih lanjut.

Demikian, beberapa pertimbangan untuk memilih Photoshop atau GIMP. Kesimpulannya, dengan memahami kebutuhan kita secara lebih mendalam, memudahkan memilih salah satunya yang tepat. Semoga tulisan ini semakin menambah pengetahuan kita tentang seluk dunia komputer khususnya bidang grafis.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
1. https://www.makeuseof.com/tag/gimp-vs-photoshop-one-right/
2. https://expertphotography.com/gimp-vs-photoshop/

Gambar:
1a, 1b: Milik Pribadi