Rabu, 11 Oktober 2017

Mengenal Keyboard Mekanik

Sudah terbit di: https://steemit.com/komputer/@puncakbukit/mengenal-keyboard-mekanik

Ditinjau dari aspek bagian dalam dan cara kerja keyboard, ada dua jenis keyboard. Yaitu, keyboard membran dan keyboard mekanik. Terkait penggunaannya, kebanyakan keyboard laptop saat ini berjenis keyboard membran. Sesuai namanya, keyboard ini menggunakan membran sebagai alat untuk proses meng-inputkan dan memantulkan tombol keyboard yang kita tekan. Sedangkan pada keyboard mekanik, proses tersebut berlangsung secara mekanis dengan menggunakan switch (sakelar) khusus pada setiap tombol.

Nah, bagian ‘dalaman’ keyboard membran dapat kita amati pada gambar berikut. Proses pemantulan tombol keyboard menggunakan membran berikut.


Gambar 1. Bagian ‘Dalaman’ Keyboard Membran

Sedangkan pada keyboard mekanik, seperti yang sudah disebutkan, menggunakan switch (sakelar khusus) pada setiap tombol. Switch ini pun dilengkapi per. Berikut contoh switch khusus keyboard mekanik.


Gambar 2.Switch Khusus Keyboard Mekanik

Nah, bila keyboard membran dan mekanis kita bandingkan dalam hal daya tahan, tombol-tombol keyboard mekanik sebenarnya sangat jauh lebih awet dibandingkan tombol-tombol keyboard membran. Sebagai informasi, menurut suatu penelitian, dilansir dari situs mechtype.com, tombol-tombol keyboard mekanis awet hingga 30 hingga 70 juta kali tekan. Sedangkan tombol-tombol keyboard membran umumnya hanya awet hingga 5 juta kali tekan. Dengan demikian, bila menginginkan keyboard yang begitu awet, membeli keyboard mekanik dapat menjadi alternatif.

Lalu, bila keduanya kita bandingkan dalam hal kenyamanan mengetik, keyboard mana yang lebih nyaman? Keyboard mekanik sebenarnya lebih memberikan rasa nyaman saat mengetik. Sebabnya, pada bagian dalam switch tersebut terdapat per pegas. Per pegas membuat tombol-tombol begitu lembut saat ditekan sehingga membuat jemari kita lebih nyaman mengetik. Contoh per pegas dan desain tombol keyboard mekanik dapat kita simak pada gambar pertama. Sedangkan pada keyboard membran, tombol-tombol memantul melalui permukaan membran.

Hanya saja, karena cara kerja keyboard mekanik berlangsung secara mekanis, tombol akan terdengar lebih berisik saat kita tekan. Sedangkan tombol keyboard membran tak terlalu berisik saat kita tekan. Selain suara tombol, bobotnya pun lebih berat dibandingkan bobot keyboard membran. Inilah kelemahan lainnya tombol mekanik. Karena bobotnya yang lebih berat, lebih menyulitkan kita untuk memindahkannya ataupun membawanya Harga keyboard mekanik pun relatif mahal bagi kebanyakan orang. Bahkan, beberapa produk keyboard mekanik bermerek ternama ada yang dibanderol hingga setengah 1 juta rupiah. Harga yang mahal tentunya tergantikan oleh daya tahan yang lebih lama dan rasa yang lebih nyaman saat mengetik.

Sebagai informasi, keyboard mekanik bukan teknologi ataupun ‘barang baru’ dalam dunia komputer. Dilansir dari situs mechtypecom, keyboard mekanik telah digunakan sejak dekade 70an. IBM menjadi perusahaan komputer pertama yang menjual keyboard mekanik. Saat itu, tampilan keyboard tersebut tak seatraktif tampilan keyboard mekanik saat ini.


Gambar 3. Keyboard Mekanik Buatan IBM

Demikian, penjelasan singkat mengenai keyboard mekanik. Bila ingin mencoba mengetik dengan rasa yang berbeda atau bagi yang ingin memiliki keyboard yang lebih awet, membeli keyboard mekanik dapat menjadi alternatif yang tepat. Nah, ingin mencoba menggunakan keyboard mekanik untuk mengetik? Selamat membeli dan menggunakan keyboard tersebut…

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
1. http://www.makeuseof.com/tag/mechanical-keyboard-work-technology-explained/
2. http://www.mechtype.com/the-history-of-mechanical-keyboards/
3. https://www.prohavit.com/blog/membrane-keyboard-vs-mechanical-keyboard/

Sumber Gambar:
1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6e/Membrane_keyboard.jpg
2. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/45/Cherry_MX_--_opened%2C_2.jpg
3. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/57/ModelM.jpg

Related Posts :

0 komentar :

Posting Komentar