Selasa, 22 Juli 2014

Struktur Software dan Direktori Linux (part 1)



Pada posting terdahulu, kita telah mengenal sejarah tercetusnya sistem operasi Linux serta keunggulan yang dimiliki dibandingkan dengan sistem operasi lain. Sebelum memasuki posting berikutnya mengenai jenis-jenis distro LINUX, ada baiknya kita mengenal lebih dulu struktur dasar software dan direktori dari sistem operasi berikon penguin ini.

Linux seperti sistem operasi lainnya, terdiri dari program sistem dan beberapa program aplikasi. Program tersebut berjalan di atas kernel yang kemudian disebut user mode. Program sistem dibutuhkan agar suatu sistem operasi dapat berjalan sedangkan program aplikasi adalah program yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu aplikasi tertentu.

Struktur Software Linux

Linux memiliki komponen-komponen lunak terpenting sebagaimana berikut ini :

  1. Kernel, bertugas mengontrol hardware dan mengatur segala permintaan. Seperti manajemen proses yaitu menangani pembuatan proses-proses dan penjadwalan proses, manajemen memori yakni menangani daerah pemakaian memori, hardware device drivers, filesystem drivers, manajemen jaringan dll.
  2. Shell merupakan penerjemah pada sistem UNIX. User cukup memberikan perintah dan shell akan mengerjakan perintah tersebut, contohnya Bash (The Bourne Again Shell).
  3. Utilities. Berjumlah ratusan dengan fungsi yang berlainan seperti Apache (web server), Qmail (mail server), Samba (File Server) dan lain-lain.
  4. Xwindows. Sistem GUI (Graphical User Interface) pada Linux merupakan sistem grafis yang menyerupai sistem Windows sehingga menarik dan mudah digunakan.
  5. Aplikasi. Program ini dapat dibuat pemakai untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

Struktur Direktori Linux

Linux sama seperti UNIX memiliki sistem direktori yang berbeda dengan sistem direktori sistem operasi lain seperti Windows. Linux menggunakan filesystem di mana direktori tersusun ke dalam hierarki tunggal. Sedangkan windows susunan direktorinya ditentukan dengan kondisi partisi dan harddisk.

Struktur direktori Linux mengikuti standar “Filesystem Hierarchy Structure (FHS) yang dipegang oleh Free Standard Group, walaupun kebanyakan distribusi memodifikasi standar tersebut (Wiki UGOS, 2013). Berikut ini bagian-bagian struktur direktori Linux secara umum:


sumber gambar : http://linux.rawins.com/

  • / : menunjukkan hierarki tertinggi di atas direktori /usr, /home, /mnt dan direktori lainnya. Struktur direktori Linux secara umum diawali dengan root filesystem (/) karena merupakan akar dari seluruh direktori global yang nantinya akan menjadi direktori sistem atau partisi pokok. / digunakan untuk menginstal sistem Linux, hampir sama dengan sistem windows yang biasanya berada di drive C.
  • /home : merupakan direktori utama yang berisi data dari registered user dalam komputer/ mesin yang digunakan. Direktori ini diperlukan untuk menghindari kehilangan data saat sistem crash dan perlu direinstal. Kondisi seperti ini diasumsikan hardisknya hanya digunakan untuk satu OS jika sebenarnya ada lebih OS (Linux). Partisi ini dapat digunakan untuk file sistem Linux maupun file sistem Windows.
  • /sbin : atau super binary ini merupakan dengan cakupan program yang berisi file-file biner yang esensinya digunakan untuk sistem dan mengendalikan sistem. Terdapat pula perintah-perintah yang digunakan oleh super user seperti ifconfig yaitu suatu perintah untuk menampilkan informasi tentang kartu jaringan/ network device yang terpasang pada mesin.
  • /bin : merupakan direktori dengan file-file binari atau aplikasi yang lebih umum dan dapat digunakan oleh semua user seperti perintah Is untuk menampilkan informasi dari suatu direktori dan perintah cd untuk berpindah direktori.
  • /root : merupakan “home”nya superuser/ root/ administrator. Direktori ini memiliki fungsi yang berbeda dengan direktori / yang juga memiliki istilah root.

(Bersambung)

Oleh : Vierta Saraswati

Related Posts :

0 komentar :

Posting Komentar