Kamis, 03 Juli 2014

Mengatasi Virus Komputer (Part 1)

Ada pepatah yang mengatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Namun, apabila sudah terlanjur sakit, maka tidak ada cara lain lagi selain mengobatinya. Begitu juga dengan komputer. Apabila suatu komputer sudah terinfeksi virus, maka harus segera mengambil langkah cerdas untuk mengatasi virus-virus tersebut. Pada tulisan kali ini akan dibahas mengenai beberapa langkah untuk mengatasi virus. Langkah-langkah tersebut di antaranya :

1. Scan Komputer Anda dengan Antivirus

Lawan dari virus tentunya adalah antivirus. Seperti pada penyakit manusia, antivirus ini berperan sebagai antibiotik dalam dunia medis. Scanning sendiri merupakan salah satu fitur antivirus yang berfungsi untuk memeriksa serta menghapus virus. Akan tetapi, pastikan bahwa Anda menggunakan antivirus versi terbaru supaya antivirus anda tidak kalah dengan virus (lihat artikel Tanda-tanda komputer Anda terserang Virus)

2. Scan Virus dengan Safe Mode

Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, safe mode berarti mode aman. Dalam mode ini, semua aplikasi, service dan fitur otomatis Windows akan ditidurkan. Untuk virus biasa/ setengah ganas, dalam safe mode mereka juga akan tertidur. Namun tidak untuk virus ganas. Umumnya, aplikasi perusak, sekali aktif ia akan terus muncul walaupun ia sudah dihapus atau di-uninstall.

Seperti sudah dijelaskan di depan, dalam safe mode, semua aplikasi ini tertidur, jadi ada kemungkinan untuk dapat dimatikan. Pada mode biasa, saat komputer dinyalakan, aplikasi pengganggu akan mulai aktif (mode normal). Untuk masuk ke Safe Mode, caranya cukup mudah. Saat menyalakan komputer, setelah loading RAM/ BIOS, ketik F8 pada keyboard. Namun, ada beberapa komputer yang dapat langsung menuju pilihan Mode tanpa mengetik tombol apapun.

Safe mode sendiri memiliki 3 jenis :

  1. Safe Mode with Networking: Mode ini digunakan bila anda masih ingin menggunakan koneksi internet pada kondisi safe mode.
  2. Safe Mode with Command Prompt: Safe Mode bentuk Command Prompt seperti DOS/ Linux.
  3. Safe Mode: Safe mode biasa tanpa terhubung dengan jaringan apapun.

Adapun untuk scanning virus pada safe mode, caranya sama dengan scan pada saat komputer dalam mode normal. Akan tetapi dalam safe mode, karena tidak banyak pengaturan, scanning akan dilakukan secara menyeluruh dan biasanya memerlukan waktu yang lebih lama.

3. Antivirus Portable

Scanning virus dalam safe mode sudah anda lakukan tapi virusnya belum terdeteksi juga? Ada dua kemungkinan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Kemungkinan pertama: Program Antivirus belum di-update sehingga tidak bisa mendeteksi virus. Kemungkinan kedua: Virus telah merusak/ men-disable fungsi antivirus. Sehingga antivirus tidak dapat di-update ataupun di-install antivirus lain.

Untuk menggantikan fungsi antivirus yang sudah dirusak ini, gunakan antivirus portable. Antivirus portable adalah antivirus yang dapat men-scan virus tanpa harus diinstall ke sistem operasi. Kini, antivirus portable sudah banyak beredar. Di antaranya : AVG, Kaspersky, Smadav, Avira, dll. Untuk mendapatkan antivirus portable ini, bisa dengan mengunjungi situs dari produsen antivirus tersebut atau kalau tidak, Anda bisa memanfaatkan fungsi search engine seperti Google, Yahoo, dll.

(bersambung ke Part 2)

Oleh : Nira Kunea

Related Posts :

0 komentar :

Posting Komentar