Jumat, 15 September 2017

Mengenal dan Memilih Jenis Font yang Sesuai

Sudah terbit di: https://steemit.com/komputer/@puncakbukit/mengenal-dan-memilih-jenis-font-yang-sesuai

Saat ini, tersedia beragam font. Termasuk font yang tersedia di sistem operasi Windows. Kita pun sudah terbiasa menggunakan font tersebut. Misalnya, mengetik dengan menggunakan font Times New Roman, Comic Sans, ataupun Arial. Nah, bila dikategorikan, secara mendasar terdapat empat jenis font. Yaitu, serif, sans serif, decorative, dan script. Lalu, apa perbedaan dan masing-masing jenis font tersebut? Dan juga, font apa yang sebaiknya kita gunakan untuk hal tertentu? Berikut masing-masing karakteristik masing-masing font tersebut

Font Serif
Secara mendasar, ciri khas font serif yaitu adanya tangkai pada bagian huruf tertentu. Misalnya, tangkai pada bagian atas huruf f kecil ataupun r kecil. Ataupun, tangkai pada bagian atas huruf S besar Nah, adanya tangkai pada bagian huruf tertentu membuat huruf terlihat lebih artistik. Karenanya, bila kita menginginkan tampilan tulisan yang lebih bernilai seni, menggunakan font serif menjadi hal tepat.

Beberapa jenis font serif antara lain Times New Roman, Trajan ataupun Garamond. Font-font tersebut tersedia pada sistem operasi Windows.


Gambar 1. Font Garamond, Salah Satu Font Serif.

Font Sans Serif
Font sans serif, secara mendasar, merupakan kebalikan dari font Serif. Pada font sans serif, tak terdapat tangkai sehingga terlihat lebih simple. Nah, dalam keterbacaan, karena tak ada tangkai, font sans serif lebih mudah dibaca. Bila kita menginginkan font yang lebih mudah dibaca, menggunakan font sans serif menjadi hal tepat. Hanya saja, dibandingkan dengan font serif dalam hal tampilan, font sans serif cenderung kurang menarik dan juga cenderung terlihat kaku. Beberapa jenis font serif antara lain Calibri, Century Gothic, dan Future. Font-font tersebut pun tersedia pada sistem operasi Windows.


Gambar 2. Font Futura. Salah Satu Font Serif

Font Decorative
Nah, seperti apa font decorative itu? Pada dasarnya, font decorative merupakan font yang artistik sekaligus mudah ditangkap mata. Karenanya, font decorative sebenarnya merupakan perbaikan dari font serif dan font sans serif. Font ini dapat kita gunakan sebagai teks penghias pada tulisan. Misalnya, dalam tulisan, kita dapat mengetik judul ataupun subjudul dengan font decorative. Sebagai informasi, font decorative mulai digunakan pada media iklan sejak abad ke-19. Berikut beberapa contoh jenis font decorative.


Gambar 3. Contoh Font Decorative

Font Script
Sesuai namanya, font script yaitu font yang menyerupai tulisan tangan. Daya tarik font tersebut yaitu lebih mengalir, lebih elegan, formal namun santai, lebih indah dipandang mata. Dalam hal tampilan, dibandingkan ketiga jenis font sebelumnya, font script terlihat lebih artistik. Tentu saja, karena font ini menyerupai tulisan tangan. Nah, sama halnya dengan font decorative, font script pun dapat kita gunakan sebagai teks penghias. Misalnya, kepala surat undangan, tulisan heading pada brosur, dan sebagainya. Hanya saja, bila teks panjang, kurang tepat menggunakan font script. Sebabnya, membutuhkan waktu lebih lama untuk membacanya. Contoh font tersebut yaitu font Brush Script. Font ini tersedia di Windows.


Gambar 4. Contoh Font Script

Demikian, karakteristik setiap jenis font. Dengan lebih memahaminya, sangat membantu kita memilih font yang tepat. Selamat memilih-milih font…

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
1. https://www.fonts.com/content/learning/fontology/level-1/type-anatomy/type-classifications
2. http://www.mmprint.com/blog/2011/typography-typefaces-serif-sansserif/
3. https://www.sitepoint.com/the-decorative-typeface/
4. https://www.fonts.com/content/learning/fyti/typefaces/scripts

Sumber Gambar:
1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e0/Garamond_sample.svg/2000px-Garamond_sample.svg.png
2. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/51/Futura_Black_type_specimen.jpg
3. http://www.publicdomainpictures.net/pictures/100000/nahled/royal-alphabet.jpg
4. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/dd/Brush_Script_sample.svg/1024px-Brush_Script_sample.svg.png

Kamis, 07 September 2017

Trik Memperbesar Foto Tanpa Blur Menggunakan Photoshop

Sudah terbit di: https://steemit.com/foto/@puncakbukit/trik-memperbesar-foto-tanpa-blur-menggunakan-photoshop

Bila kita memperbesar foto berukuran resolusi kecil misalnya 300x300 pixel menggunakan Photoshop, foto akan tampak kurang tajam dan ‘nge-blur’. Bila kita memiliki banyak foto tersebut, apakah dapat diperbesar dengan jelas dengan tajam? Nah, dengan menerapkan trik berikut pada software Photoshop, foto beresolusi kecil yang diperbesar akan tampak lebih tajam tanpa blur. Hanya saja, bila dibandingkan dengan dengan foto beresolusi besar sesungguhnya, tentunya kualitas foto tersebut tentunya lebih baik dibandingkan dengan foto yang diperbesar menggunakan trik tersebut. Namun, trik ini dapat tetap menjadi alternatif untuk memperbesar foto. Lalu, seperti apa trik tersebut? Berikut langkah-langkah memperbesar foto tanpa blur.

  • Buka software Photoshop. Buka foto beresolusi kecil yang akan kita perbesar. Ambil contoh, kita membuka foto berikut. Foto berikut beresolusi 200 x 210 pixel. Resolusi Foto tersebut akan kita perbesar lima kali. Resolusi foto akan menjadi 750x 805 pixel.


    Gambar 1. Foto Beresolusi 200 x 210

  • Klik Image pada menu utama. Lalu, klik image size. Pada kolom Width masukkan nilai 1000, sedangkan pada kolom Height masukan 1050. Centang seluruh kotak pada bagian bawah. Pada kolom Resample Image, pilih Bicubic Smoother. Gambar berikut menunjukkan kotak Image dengan pilihan tersebut.


    Gambar 2. Menu Image Size

  • Klik Image. Lalu, klik Mode. Pilih Lab Color. Lalu, klik Windows. Setelahnya, klik Channel. Pada kolom sebelah kiri, muncul menu Channel. Klik Lightness. Gambar berikut menunjukkan menu tersebut


    Gambar 3. Menu Channel di Sebelah Kanan

  • Klik Filter. Lalu, klik Smart Sharpen. Aturlah nilai Amount dan Radius hingga gambar hitam-putih terlihat lebih jelas dan tak buram. Dan juga, tak terlalu terang dan tak terlalu gelap. Setelah gambar tersebut terlihat lebih jelas, tak terlalu gelap dan tak terlalu terang, kita klik OK.


    Gambar 4. Mengatur Amount dan Radius pada Smart Sharpen

  • Pada menu Channel, klik Lab. Foto akan menjadi berwarna. Cermati apakah foto tampak tajam. Bila foto tampak kurang tajam, ulangi langkah sebelumnya. Aturlah nilai Amount dan Radius hingga gambar hitam-putih terlihat lebih jelas dan tak buram, dan agar tak terlalu terang dan tak terlalu gelap. Gambar berikut menunjukkan hasil perbesaran foto yang yang masih terlihat tajam.


    Gambar 5. Perbesaran Foto yang terlihat Tajam

  • Selanjutnya, klik Menu Image. Lalu, klik menu Image. Klik menu Mode. Lalu, klik RGB Color. Nah, foto hasil perbesaran tersebut dapat kita simpan dengan format JPG

Sebagai perbandingan foto yang langsung diperbesar dengan foto yang menggunakan trik tersebut, dapat kita simak pada gambar berikut. Foto sebelah kiri merupakan foto yang diperbesar menggunakan trik tersebut. Sedangkan foto sebelah kanan menunjukkan foto yang langsung diperbesar. Foto sebelah kiri terlihat lebih tajam dibandingkan foto sebelah kanan.


Gambar 6. Foto Perbandingan

Demikian, langkah-langkah trik memperbesar foto tanpa menggunakan Photoshop. Bila kita banyak memiliki foto beresolusi kecil, dapat menerapkan langkah tersebut.

Oleh: Rahadian

Referensi:
https://www.howtogeek.com/105952/3-simple-ways-to-improve-low-resolution-images-and-typography/

Sumber Gambar:
1. Gambar Milik Pribadi
2. Gambar Milik Pribadi
3. Gambar Milik Pribadi
4. Gambar Milik Pribadi
5. Gambar Milik Pribadi
6. Gambar Milik Pribadi