Sabtu, 06 Januari 2018

Memilih Versi Linux yang Sesuai

Sudah terbit di: https://steemit.com/komputer/@puncakbukit/memilih-versi-linux-yang-sesuai

Selain Windows, Linux menjadi sistem operasi komputer alternatif. Karena Linux bersifat open source, kita tak perlu mengeluarkan uang untuk membelinya. Tutorial instalasinya pun tersebar luas di media internet, termasuk YouTube. Kita dapat mempelajarinya, bila ingin menginstall Linux pada laptop ataupun komputer desktop kita. Berbicara mengenai sistem operasi karya Linus Toswald tersebut, tersedia beragam Linux distro (versi Linux). Lalu, bila tertarik menggunakan Linux, Linux Distro apa yang sebaiknya kita pilih?


Gambar 1. Linux Mint

Bagi Pengguna Linux Pemula: Linux Mint.. Secara konseptual, penggunaan Linux berbeda dengan Windows. Nah, bila belum terbiasa menggunakannya, sangat disarankan memilih Linux Mint. Versi Linux ini dirancang agar mudah digunakan siapapun. Termasuk bagi yang belum terbiasa menggunakannya. Proses instalasinya pun tak terlalu sulit. Tampilan interfacenya pun tak terlalu sulit dipahami pengguna pemula. Dengan menguasai menggunakan Linux Mint, membantu kita memahami dasar-dasar penggunaan Linux.

Linux versi Standar: Linux Ubuntu. Setelah cukup mahir menggunakan Linux Mint, kita dapat mencoba menggunakan Linux Ubuntu. Versi Linux ini menyediakan fitur-fitur standar sistem operasi tersebut. Agar dapat memahami dan menggunakan fitur tersebut, tentunya mesti mahir menggunakan Linux terlebih dahulu.

Linux yang Lebih Stabil: Linux Debian. Setelah merasa mahir menggunakan Linux, tak ada salahnya mencoba Linux yang stabil. Yaitu, mencoba Linux Debian. Nah, dibandingkan Linux versi lainnya, Linux Debian termasuk sistem operasi yang lebih stabil. Hanya saja membutuhkan spesifikasi hardware yang lebih kekinian. Linux Debian pun cocok digunakan bila kita tak terlalu membutuhkan software-software terbaru. Bila menginginkan sistem operasi yang stabil, Linux Debian dapat menjadi pilihan.

Linux Untuk Kalangan Profesional: Linux Fedora. Secara mendasar, kestabilan Linux Fedora merupakan kebalikan Linux Debian. Dalam hal kestabilan sistem, Linux Fedora memang kurang stabil dibandingkan dengan Linux Debian. Sebabnya, Linux ini dirancang agar dapat menjalankan software-software terbaru. Software-software terbaru tentunya membutuhkan sumber daya sistem yang lebih banyak. Meskipun demikian, tak lantas kualitas Linux Fedora kurang baik. Linux ini sangat tepat bila kita menginginkan menginstall software-software terbaru. Bila kita termasuk kalangan profesional yang membutuhkan software-software terbaru, sangat tepat memilih Linux Fedora.

Untuk Memenuhi Kebutuhan Umum: Linux OpenSuSe. Bila tak ada kebutuhan yang spesifik terhadap komputer, pilihlah Linux OpenSuSe. Linux Open Suse dirancang untuk memenuhi kebutuhan umum secara lebih baik. Misalnya, untuk mengetik, browsing, menjalankan game-game ringan, dan sebagainya. Sebagai hal terpenting, bila kita senang mengutak-ngatik software, sebaiknya tak menggunakan Linux tersebut. Tentu saja, karena membuat software tersebut berjalan kurang stabil.

Pengguna Linux Mahir: Arch Linux. Arch Linux tak dirancang untuk pengguna Linux pemula. Karenanya, bila merasa belum menguasai Linux, sebaiknya tak memilih Arch Linux. Kelebihan Linux ini yaitu kita dapat lebih bebas menkostumisasi Linux sesuai dengan keinginan kita. Tentu saja, membutuhkan dasar-dasar penguasaan Linux.

Demikian, beberapa versi linux. Serta, bagaimana versi Linux yang sesuai. Nah, beralih menjadi pengguna Linux? Selamat menggunakan Linux.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://lifehacker.com/5889950/how-to-find-the-perfect-linux-distribution-for-you

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/34/Cinnamon_1.4_on_Linux_Mint_12.png

Rabu, 03 Januari 2018

Fitur-Fitur Penting WinRAR yang Kurang Diketahui

Sudah terbit di: https://steemit.com/komputer/@puncakbukit/fitur-fitur-penting-winrar-yang-kurang-diketahui

Bagi pengguna komputer, WinRAR menjadi software yang sudah begitu akrab. Akan tetapi, tak semua pengguna komputer memahami fitur-fitur penting pada software tersebut. Umumnya, pengguna komputer hanya menggunakan software tersebut untuk meng-kompresi atau menyatukan beberapa file menjadi satu file berformat RAR. Ataupun juga, untuk membuka file-file yang terdapat di dalam file RAR. Padahal, sebenarnya manfaat WinRAR tak sebatas itu saja. Nah, apa saja fitur-fitur tersebut? Berikut fitur-fitur penting WinRAR yang mesti diketahui para pengguna komputer.

Membuat file RAR yang Dapat Langsung Dibuka Tanpa Software
Umpamakan kita akan mengirim file RAR ke rekan kita. Rekan kita tak memiliki WinRAR ataupun software lainnya untuk membuka file tersebut. Umumnya, pengguna komputer menggunakan WinRAR untuk membuka file RAR. Nah, sebenarnya file RAR dapat dibuka langsung tanpa software. Caranya, pada menu utama WinRAR, klik kanan folder ataupun beberapa file yang akan kita kompres. Lalu, klik Add to Archive. Setelahnya, akan muncul menu Archive Name and Parameters. Pada menu tersebut, centang kotak create SFX Archive. File hasil kompresi akan berformat exe. Bila file exe kita buka, akan langsung membuka file-file yang dikompres.


Gambar 1. Aktifkan Create SFX Files

Mengetahui Waktu yang Dibutuhkan Untuk Meng-kompresi File=File
Kita pun dapat juga mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengkompresi file-file. Bila kita memiliki jadwal yang begitu sibuk dan ingin mengkompres file-file dengan total berukuran besar, fitur tersebut tentunya sangat berguna. Caranya, klik kanan folder ataupun beberapa file yang akan kita kompres. Lalu, klik Show Information. Pada menu File Information, kiik Estimate. Amati tulisan Estimated Time yang menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk mengkompresi file. Sedangkan tulisan ratio dan Packed Size menunjukkan perbandingan ukuran file semula dengan ukuran file hasil kompresi.


Gambar 2. Menu File Information pada WinRAR

Membagi File RAR ke Dalam Beberapa Bagian
Umpamakan kita akan mengkompresi folder berukuran 100 MB. Folder ini akan kita kirimkan via e-mail. Nah, agar mempercepat proses uploading, kita dapat menggunakan WinRAR untuk membagi file RAR ke dalam beberapa bagian. Misalnya, membaginya ke dalam lima bagian. Masing-masing bagian berukuran 20 MB. Caranya, klik kanan folder ataupun beberapa file yang akan kita kompres. Lalu, klik Add File to Archive. Setelahnya, akan muncul jendela Archive Name and Parameters. Lalu, cari kotak Split to Volume, Bytes. Nah, pada kotak di bawahnya kita isikan 2.000,000.. File hasil kompresi akan terdiri dari lima bagian. Kita membutuhkan seluruh file tersebut, bila ingin membukanya.


Gambar 3. Split to Volume, Bytes

Demikian, fitur-fitur penting WinRAR yang kurang diketahui. Sekali lagi, fitur-fitur tersebut tersebut sebenarnya sangat penting. Terlebih, bila kita sering meng-kompresi file-file berukuran besar. Semoga tulisan ini bermanfaat dan semakin menambah pengetahuan kita tentang seluk beluk dunia komputer. Selamat menggunakan WinRAR…

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
http://www.technospot.net/blogs/how-to-use-winrar-effectively/

Sumber Gambar:
Gambar Milik Pribadi