Jumat, 30 September 2016

Tips Meningkatkan Kualitas Suara Speaker

Bagi yang senang mendengarkan musik ataupun menonton film pada laptop ataupun komputer desktop tentunya speaker menjadi hardware yang wajib dimiliki. Selain bagi yang senang mendengarkan musik ataupun menonton film, speaker pun dibutuhkan bagi orang yang senang bermain game. Nah, agar suara yang dihasilkan speaker lebih ‘enak’ didengar, kita dapat menerapkan tips-tips berikut.

Bila menggunakan speaker yang tak dilengkapi subwoofer, perhatikan jarak antara speaker diletakkan dengan tembok terdekat Bila suara yang dihasilkan speaker terlalu ‘nge-bass’, suara akan kurang ‘enak’ didengar. Begitu pun bila suara yang dihasilkan kekurangan suara ‘nge-bass’, suara pun akan kurang ‘enak’ didengar. Nah, bila suara yang dihasilkan speaker terdengar kurang ‘nge-bass’, jauhkan speaker dengan tembok terdekat. Sebaliknya, bila suara yang dihasilkan terlalu ‘nge-bass’, dekatkan dengan tembok terdekat.


Gambar 1. Speaker Tanpa Subwoofer


Gambar 2. Speaker dengan Subwoofer

Letakkan subwoofer tak terlalu dekat dengan kita
Nah, bila speaker yang kita gunakan dilengkapi subwoofer, sebaiknya taruh subwoofer tak terlalu dekat dengan posisi kita. Akan tetapi, tak lantas menaruh subwoofer sejauh mungkin dari posisi kita. Lalu, mengapa? Bila kita menaruh subwoofer terlalu dekat dengan posisi kita, suara akan terdengar cenderung terdengar begitu ‘nge-bass’ walaupun volume level subwoofer tak begitu besar. Suara yang terdengar begitu ‘nge-bass’ tentunya kurang nyaman didengarkan. Nah, bila kita menaruh subwoofer sejauh mungkin dari posisi kita, suara yang dihasilkan subwoofer akan terdengar tak ‘menyatu’ dengan suara yang dihasilkan speaker. Dengan demikian, agar perpaduan suara speaker dengan suara subwoofer lebih ‘enak’ didengar, kita mesti bereksperimen untuk menemukan jarak yang tepat antara posisi kita dengan posisi subwoofer diletakkan.

Idealnya, subwoofer diletakkan di sekitar sudut ruangan
Bila subwoofer diletakkan di sekitar sudut ruangan, akan menghasilkan suara bass yang lebih baik. Dengan demikian, bila posisi kita menggunakan laptop ataupun komputer desktop tak terlalu jauh dari sudut ruangan, sebaiknya letakkan subwoofer di sudut ruangan. Dengan catatan, tak terlalu dekat dengan posisi kita.


Gambar 3. Meletakkan Subwoofer di Sudut Ruangan

Posisi speaker tak terlalu terlalu rendah ataupun terlalu tinggi dari kepala kita
Agar kita nyaman mendengarkan musik, kita pun sebaiknya memperhatikan ketinggian speaker diletakkan. Lalu, mengapa? Bila posisi speaker diletakkan terlalu rendah ataupun terlalu tinggi dari kepala kita, sangat menyulitkan telinga kita untuk ‘menangkap’ suara yang dihasilkan. Bila telinga kita sulit ‘menangkap’ suara yang dihasilkan speaker, tentunya kita akan kurang nyaman mendengarnya. Sebagai informasi, idealnya ketinggian speaker diletakkan yaitu 1,2 meter dari lantai.

Demikian, tips-tips meningkatkan kualitas suara speaker. Dengan suara yang lebih ‘enak’ didengar, bagi yang senang mendengarkan musik, akan semakin menikmati alunan musik. Nah, bagi yang senang menonton film, akan semakin menikmati adegan film. Sedangkan bagi yang senang bermain game, akan semakin menambah kenyamanan bermain game.

Oleh: Rahadian

Sumber gambar:
1. http://www.soundstore.ie/images/productImages//Zoom/Creative_A60_Laptop_Speakers.jpg
2. http://www.sevenforums.com/attachments/sound-audio/335851d1412659125t-audio-2-1-speakers-subwoofer-one-speaker-not-outputting-audio-completeset.jpg
3. http://www.axiomaudio.com/blog/wp-content/gallery/denmark-den/pc-setup-front.jpg

Kamis, 29 September 2016

5 Hal yang Sebaiknya Kita Perhatikan Saat Menggunakan Webcam Laptop untuk Ber-Video Chatting

Saat ini, kebanyakan laptop yang tersedia di pasaran dilengkapi fitur webcam. Dengan adanya fitur ini, kita dapat ber-video chatting dengan teman ataupun kerabat kita. Misalnya, ber-video chatting melalui Skype. Nah, agar gambar yang terekam webcam dan juga agar suara lebih berkualitas, tak ada salahnya memperhatikan lima hal berikut. Dengan gambar dan suara yang lebih berkualitas, tentunya akan menambah kenyamanan ber-video chating. Nah, apa sajakah hal-hal tersebut? Berikut 5 hal yang sebaiknya kita perhatikan saat kita menggunakan webcam untuk ber-video chatting.


Gambar 1. Webcam Laptop


Gambar 2. Saat Ber-video Chatting

Pertama, Latar Belakang

Mengapa sebaiknya memperhatikan latar belakang saat kita menggunakan webcam untuk ber-video chatting? Bila kurang memperhatikan latar belakang, tak tertutup kemungkinan lawan bicara kita akan sulit fokus memandang kita. Terlebih, bila di belakang kita terdapat banyak barang. Karenanya, bisa saja mengurangi kenyamanannya ber-video chatting dengan kita. Lalu, bagaimana latar belakang yang baik? Dengan memampangkan kain berwarna gelap seperti hitam sebagai latar belakang, membantu lawan bicara untuk lebih fokus memandang wajah kita.

Kedua, Pencahayaan

Intensitas cahaya pun mempengaruhi kualitas gambar yang terekam webcam. Bila terlalu gelap, wajah kita cenderung terlihat gelap di layar laptop lawan bicara. Bila intensitas cahaya terlalu terang, lawan bicara pun akan kesulitan memandang detail wajah kita. Misalnya, saat menunjukkan ekspresi sedih ataupun gembira. Lalu, bagaimana pencahayaan yang baik? Sebaiknya, tempatkan tiga spot cahaya yaitu di sebelah kanan laptop, sebelah kiri laptop, dan di belakang laptop.

Ketiga, Suara di Sekitar Kita

Saat kita sedang ber-video chatting, tak tertutup kemungkinan suara di sekitar kita ikut terekam juga ke microphone. Karenanya, bila ikut terekam, bisa saja terdengar oleh lawan bicara sehingga menyulitkannya mendengarkan kata yang kita ucapkan. Untuk menghindarinya, perhatikan suara di sekitar kita. Bila terdengar riuh, sebaiknya kita mencari tempat yang tenang agar lebih nyaman ber-video chatting.

Keempat, Posisi Kepala

Bagaimana sebaiknya posisi kepala saat sedang ber-video chatting? Sebaiknya, posisi kepala lebih rendah daripada posisi webcam. Sebabnya, bila posisi kepala lebih tinggi daripada posisi webcam, kemungkinan besar tak seluruh bagian kepala akan terekam. Tentunya, bila tak seluruh bagian kepala terekam, proses komunikasi akan terhambat. Nah, bila posisi kepala lebih rendah dari posisi webcam, maka seluruh bagian kepala akan terekam.

Kelima, Kebersihan Wajah

Apa kaitan wajah yang bersih dengan kenyamanan ber-video chatting? Dengan wajah yang bersih, saat ber-video chatting, memudahkan lawan bicara memandang ekspresi wajah kita. Misalnya, saat tersenyum ataupun berpikir serius. Sebaliknya, bila wajah kurang bersih seperti berkeringat saat ber-video chatting, cenderung menyulitkan lawan bicara memandang wajah kita.

Demikian, hal-hal yang sebaiknya kita perhatikan saat ber-video chatting. Agar lebih nyaman ber-video chatting, tak ada salahnya memperhatikan hal-hal tersebut.

Oleh: Rahadian

Sumber gambar:
1. http://images.pcworld.com/howto/graphics/149115-hpwebcam.jpg
2. https://cdn.searchenginejournal.com/wp-content/uploads/2013/10/unnamed.png