Minggu, 28 Januari 2018

Manfaatkan Fitur Undo Di Gmail Anda

Sudah terbit di: https://steemit.com/komputer/@puncakbukit/manfaatkan-fitur-undo-di-gmail-anda

Dalam setiap perusahaan yang beroperasi tentunya tak lepas dari kegiatan saling mengirim dan menerima email. Entah itu mengirim atau menerima penawaran, ataupun untuk saling berkomunikasi dengan client. Walaupun ada Whatsapp, Skype, maupun media untuk berhubungan lainnya, namun rasanya email masih digunakan untuk berkomunikasi secara resmi. Apalagi email memiliki banyak fitur yang tentunya akan lebih memudahkan penggunanya. Seperti misal mengirim file dalam jumlah yang banyak.

Salah satu fitur yang jarang diketahui oleh para pengguna email khususnya Gmail adalah fitur undo (membatalkan pesan email yang sudah dikirim). Pernahkah Anda salah ketik dalam body email atau salah menuliskan alamat email penerima dan terlanjur mengklik tombol send? Jangan khawatir, dengan fitur undo, Anda bisa membatalkan pengiriman pesan tersebut.


Gambar 1. Ilustrasi Undo

Penasaran dengan caranya? Simak ulasan singkat di bawah ini!

  1. Secara default, fitur undo ini sebenarnya dinonaktifkan oleh penyedia layanan. Nah, untuk menggunakannya, Anda perlu mengaktifkannya terlebih dahulu lewat menu Settings di Gmail.

  2. Login ke akun Gmail Anda, kemudian klik ikon gambar gerigi di pojok kanan atas. Setelah itu, pilih menu Settings.


    Gambar 2. Opsi Settings

  3. Pilih tab General. Perhatikan di bagian Undo Send. Untuk mengaktifkannya, Anda hanya perlu memberi tanda centang di bagian Enable Undo Send.


    Gambar 3. Mengaktifkan fitur Undo

  4. Anda juga bisa mengatur waktu penampilan perintah Undo ketika mengirim email. Perhatikan bagian Send Cancellation Period. Pilih waktu yang diinginkan. Jika 30 seconds, maka fitur Undo akan ditampilkan selama 30 detik.


    Gambar 4. Mengatur waktu penampilan perintah Undo

  5. Setelah selesai, jangan lupa untuk mengklik tombol Save Changes di bagian bawah halaman untuk menyimpan perubahan yang telah dilakukan.


    Gambar 5. Menyimpan perubahan yang telah dilakukan

  6. Setelah fitur Undo ini aktif, berikut tampilan yang akan muncul ketika Anda mengirim email.



    Gambar 6. Tampilan mengirim pesan ketika fitur Undo telah aktif
    Apabila pada Send Cancellation Period Anda memilih 10 second, maka tampilan Undo View Message ini akan berlangsung selama 10 detik. Jika memilih 20 seconds, akan berlangsung selama 20 detik.

  7. Ketika Anda menekan button Undo, maka secara otomatis, pesan yang sudah terlanjur Anda kirim akan dibatalkan. Setelah itu akan muncul notifikasi Sending has been undone. Dan pesan yang tadinya sudah Anda kirim akan muncul kembali di Compose Message.


    Gambar 7. Notifikasi Sending has been undone (abaikan background, ✌)

Nah, cukup mudah, bukan? Sekarang, Anda tidak perlu panik saat Anda salah tulis atau salah memasukkan nama penerima pada email yang akan Anda kirim.

Semoga bermanfaat!

Oleh: Nira Kunea
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi Tulisan:
Priyo Utomo, Eko. 2013. 111 Tips Trik Bongkar Rahasia Komputer & Internet. Yogyakarta: Penerbit Andi
Referensi Gambar:
1. https://www.freepik.com/premium-vector/circle-arrow-icons_1158915.htm#term=undo&page=1&position=41 (di-edit seperlunya oleh Nira Kunea) 2. Dokumen Pribadi #Nira Kunea

Sabtu, 06 Januari 2018

Memilih Versi Linux yang Sesuai

Sudah terbit di: https://steemit.com/komputer/@puncakbukit/memilih-versi-linux-yang-sesuai

Selain Windows, Linux menjadi sistem operasi komputer alternatif. Karena Linux bersifat open source, kita tak perlu mengeluarkan uang untuk membelinya. Tutorial instalasinya pun tersebar luas di media internet, termasuk YouTube. Kita dapat mempelajarinya, bila ingin menginstall Linux pada laptop ataupun komputer desktop kita. Berbicara mengenai sistem operasi karya Linus Toswald tersebut, tersedia beragam Linux distro (versi Linux). Lalu, bila tertarik menggunakan Linux, Linux Distro apa yang sebaiknya kita pilih?


Gambar 1. Linux Mint

Bagi Pengguna Linux Pemula: Linux Mint.. Secara konseptual, penggunaan Linux berbeda dengan Windows. Nah, bila belum terbiasa menggunakannya, sangat disarankan memilih Linux Mint. Versi Linux ini dirancang agar mudah digunakan siapapun. Termasuk bagi yang belum terbiasa menggunakannya. Proses instalasinya pun tak terlalu sulit. Tampilan interfacenya pun tak terlalu sulit dipahami pengguna pemula. Dengan menguasai menggunakan Linux Mint, membantu kita memahami dasar-dasar penggunaan Linux.

Linux versi Standar: Linux Ubuntu. Setelah cukup mahir menggunakan Linux Mint, kita dapat mencoba menggunakan Linux Ubuntu. Versi Linux ini menyediakan fitur-fitur standar sistem operasi tersebut. Agar dapat memahami dan menggunakan fitur tersebut, tentunya mesti mahir menggunakan Linux terlebih dahulu.

Linux yang Lebih Stabil: Linux Debian. Setelah merasa mahir menggunakan Linux, tak ada salahnya mencoba Linux yang stabil. Yaitu, mencoba Linux Debian. Nah, dibandingkan Linux versi lainnya, Linux Debian termasuk sistem operasi yang lebih stabil. Hanya saja membutuhkan spesifikasi hardware yang lebih kekinian. Linux Debian pun cocok digunakan bila kita tak terlalu membutuhkan software-software terbaru. Bila menginginkan sistem operasi yang stabil, Linux Debian dapat menjadi pilihan.

Linux Untuk Kalangan Profesional: Linux Fedora. Secara mendasar, kestabilan Linux Fedora merupakan kebalikan Linux Debian. Dalam hal kestabilan sistem, Linux Fedora memang kurang stabil dibandingkan dengan Linux Debian. Sebabnya, Linux ini dirancang agar dapat menjalankan software-software terbaru. Software-software terbaru tentunya membutuhkan sumber daya sistem yang lebih banyak. Meskipun demikian, tak lantas kualitas Linux Fedora kurang baik. Linux ini sangat tepat bila kita menginginkan menginstall software-software terbaru. Bila kita termasuk kalangan profesional yang membutuhkan software-software terbaru, sangat tepat memilih Linux Fedora.

Untuk Memenuhi Kebutuhan Umum: Linux OpenSuSe. Bila tak ada kebutuhan yang spesifik terhadap komputer, pilihlah Linux OpenSuSe. Linux Open Suse dirancang untuk memenuhi kebutuhan umum secara lebih baik. Misalnya, untuk mengetik, browsing, menjalankan game-game ringan, dan sebagainya. Sebagai hal terpenting, bila kita senang mengutak-ngatik software, sebaiknya tak menggunakan Linux tersebut. Tentu saja, karena membuat software tersebut berjalan kurang stabil.

Pengguna Linux Mahir: Arch Linux. Arch Linux tak dirancang untuk pengguna Linux pemula. Karenanya, bila merasa belum menguasai Linux, sebaiknya tak memilih Arch Linux. Kelebihan Linux ini yaitu kita dapat lebih bebas menkostumisasi Linux sesuai dengan keinginan kita. Tentu saja, membutuhkan dasar-dasar penguasaan Linux.

Demikian, beberapa versi linux. Serta, bagaimana versi Linux yang sesuai. Nah, beralih menjadi pengguna Linux? Selamat menggunakan Linux.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://lifehacker.com/5889950/how-to-find-the-perfect-linux-distribution-for-you

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/34/Cinnamon_1.4_on_Linux_Mint_12.png